fah@uinsgd.ac.id (022) 7800525

Fakultas Adab Dan Humaniora Berkomitmen Untuk Terus Menguatkan Kapasitas Dan Performansi SDM Tendik Dan Dosen

Pembinaan ASN di Lingkungan FAH UIN Bandung

Sebagai bagian dari quality continous improvement, peningkatan kapasitas dan performansi Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan salah satu komitmen Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Character Building dalam bentuk Pembinaan ASN periode November 2020. Sekalipun dalam kondisi covid-19, namun pembinaan dilaksanakan secara luring dengan tetap memperhatikan protokol pencegahan covid-19.

Pembinaan ASN di Lingkungan FAH UIN Bandung

Pada kegiatan yang diselenggarakan pada Senin, 16 November 2020, hadir seluruh Tenaga Kependidikan (Tendik), Dosen Struktural, dan perwakilan dosen FAH. Pembinaan kali ini, FAH menghadirkan narasumber dari tingkat Universitas, yakni Prof. Dr. H. Tedi Priatna, M.Ag, Wakil Rektor 2 UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Pembinaan ASN di Lingkungan FAH UIN Bandung 2020

Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora, Dr. H. setia Gumilar, M.Si, menyampaikan, “Pembinaan ini bukan hanya untuk tujuan rutinitas dan formalitas birokrasi, tetapi sebagai upaya meningkatkan kapasitas dan performansi ASN, terutama dalam melampaui tugas dan fungsinya”. “Indikatornya adalah peningkatan kualitas layanan dan peningkatan kepuasan layanan dari stakeholder”, tambahnya. Selebihnya, ia menambahkan, “Unsur dosen yang hadir hanya beberapa saja, karena pada saat bersamaan para dosen ada yang sedang melaksanakan kuliah daring, serta ada juga yang melaksanakan Seminar Proposal periode November 2020.

Pembinaan ASN di Lingkungan FAH UIN Bandung November 2020

Pada sessi pembinaannya, Prof Tedi Priatna menyampaikan motivational speech untuk meng-up grade dan up skill peserta yang hadir. Pokok-pokok pembinaannya yang disampaikannya menyasar hal-hal fundamental sebagai berikut.

Pertama, FAH sudah memiliki distingsi dan keunggulannya, sehingga kelemahannya dapat ditutupi oleh keunggulannya, sebagaimana prinsip SWOT. “Kami sangat apresiatif terhadap capaian dan prestasi FAH yang sangat baik selama ini”, ucapnya.

Pembinaan ASN di Lingkungan FAH UIN Bandung di bulan November 2020

Kedua, diharapkan FAH mampu terus melakukan inovasi, karena tanpa inovasi, lembaga akan statik dan dilampaui oleh lembaga lainnya, baik di UIN maupun PT lainnya. “Kita perlu berkaca pada pengalaman Nokia yang pernah jaya, namun kemudian bangkrut karena mengabaikan aspek change and innovation, dan berleha-leha dengan prestasi sesaat, kita sangat perlu untuk terus melakukan introspeksi dan evaluasi, sehingga kita senantiasa sadar posisi,” lanjutnya.

Pembinaan ASN di Lingkungan FAH UIN Bandung bulan November 2020

Ketiga, diperlukan komitmen dan totalitas kinerja dari setiap personal di FAH, baik tendik maupun dosen. Untuk mencapai hal tersebut, ada empat pilar utama, yakni pengetahuan (knowledge), keterampilan (skill), sikap (attitude), grooming (performance). “Mari maksimalkan aktivitas kita ini sebagai media untuk ibadah serta memanfaatkan eksistensi diri”, tegasnya.

Akhirnya, ia menyampaikan harapannya, “Kita berharap semuanya terus bersinergi, berkoordinasi, menjalin kebersamaan, dan berkompetisi dalam kebaikan. Semuanya diorientasikan untuk peningkatan prestasi, reputasi, dan kebermaknaan UIN bagi kalangan internal dan eksternal.” (Dr. Dadan Rusmana, M.Ag)

Related Posts