fah@uinsgd.ac.id (022) 7800525

Benchmarking FUAD IAIN Syeikh Nurjati Cirebon ke FAH UIN Bandung

MoA FUAD IAIN Cirebon dengan FAH UIN Bandung

Studi Banding dan atau benchmarking merupakan aktivitas yang melekat pada lembaga pendidikan. Tujuannya adalah upaya untuk mengukur progres pengembangan kelembagaan sendiri dan menilik kemajuan lembaga yang dikunjungi. Terkait dengan hal tersebut, sudah cukup banyak lembaga pendidikan atau Perguruan Tinggi yang melakukan benchmarking ke Fakultas Adab dan Humaniora (FAH) UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Sambutan dari Dekan FAH UIN SGD Bandung dan Dekan FUAD IAIN Syekh Nurjati Cirebon

Pada kesempatan ini, 17 November 2020, yang datang berkunjung dan bersilaturahmi adalah delegasi dari Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syeikh Nurjati Cirebon. Delegasinya terdiri dari 15 orang yang dipimpin langsung oleh Dekan FUAD, yakni Dr. Hajam, M.Ag. dengan didampingi para wadeknya, yakni Dr. Arief Rahman (Wadek 1), Dr. Rokhlinassari (Wadek 2), Dr. Anwar Sanusi (Wadek 3), Dra. Oon (Kabag TU), serta beberapa dosen dan tendik. Selama di UIN Bandung, Tim ini berencana berkunjung ke beberapa fakultas di UIN Bandung, yakni Fakultas Adab dan Humaniora, Fakultas Dakwah dan Komunikasi, serta Fakultas Ushuluddin.

Di FAH UIN Bandung, delegasi disambut oleh pimpinan FAH UIN Bandung, dengan dipimpin oleh Dekan FAH UIN Bandung, yakni Dr. H. Setia Gumilar, M.Si, dengan didampingi oleh Dr. Dadan Rusmana, M.Ag. (Wadek 1), Dr. H. Dedi Supriadi, M.Hum (Wadek 2), dan Dr. H. Ading Kusdiana, M.Ag. (Wadek 3). Selain itu, hadir juga para kajur dan sekjur, serta Kabag TU, para Kasubag, dan beberapa tenaga kependidikan di lingkungan FAH UIN Bandung.

Dalam pengantarnya, Dekan FUAD IAIN Syeikh Nurjati, Dr. Hajam menyebutkan bahwa lembaganya sedang berupaya kuat untuk melakukan pengembangan kelembagaannya. “IAIN Syeikh Nurjati sudah mengajukan proposal untuk transformasi alih status dari IAIN menjadi UIN”, lanjutnya. Secara teknis, ujarnya, “Kami berupaya melakukan penambahan prodi dan pengembangan fakultas. Misalnya Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah (FUAD) akan dikembangkan menjadi beberapa Fakultas seperti di UIN Bandung. Prodinya pun akan bertambah sebanyak delapan (8) prodi baru. Di Fakultas Adab, prodinya akan bertambah yakni Sastra Inggris serta Seni dan Arsitektur Islam, selain prodi yang sudah existing, yakni Prodi Sejarah Peradaban Islam (SPI). Demikian juga fakultas lainnya akan bertambah prodi-prodinya.”

“Bersamaan dengan itu, beberapa prodi akan melakukan akreditasi BAN PT supaya mendapatkan nilai akreditasi unggul (A). Untuk hal tersebut diperlukan adanya benchmarking dan pembaharuan MoU, karena MoU dengan FAH UIN Bandung sebelumnya sudah berakhi, imbuhnya.” Baginya walaupun FUAD ISN Cirebon relatif baru, baru delapan tahun, namun secara perlahan namun pasti, lembaga ini sedang menapaki kemajuan dan on the track. Misalnya beberap prodi di FUAD, seperti prodi SPI sudah terakreditasi A, Dosen terus bertambah, kini ada 95 orang, sedangkan mahasiswa yang exixting berjumlah 3.500 orang. Kini, skala prioritasya adalah penambahan prodi dan pemekaran Fakultas. “Mudah-mudahan sekalipun kegiatan silaturahmi ini singkat dan padat, namun bisa bermakna untuk kegiatan kolaboratif di antara dua lembaga ini, termasuk dalam mengimplementasikan Kampus Merdeka-Merdeka Belajar (KM-MB). Diharapkan juga kolaborasi dalam tata kelola jurnal yang ada pada dua lembaga,” tegasnya

Dalam sambutan penerimaannya, Dekan FAH UIN Bandung, Dr. H. Setia Gumilar menyampaikan bahwa “secara kelembagaan dan personal, sivitas akademika FAH sangat mengapresiasi atas kunjungan dari FUAD IAIN Syeikh Nurjati Cirebon ini. Pertemuan ini semakin bermakna, terlebih untuk kembali untuk memperpanjang dan menguatkan follow up MoU dan MoA.” Dr. Setia pun menegaskan bahwa upaya benchmarking perlu terus dilakukan untuk penguatan kelembagaan dan menegaskan distingsi masing-masing output outcomes. “FAH juga baru melakukan benchmarking ke UIN Malang beberapa pekan yang lalu untuk kebutuhan sertifikasi Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA). FAH juga memproyeksikan untuk membuka prodi baru, yakni Prodi Perpustakaan dan Sains Informasi. Progresnya proposalnya sudah beres dari Senat dan mendapat rekomendasi dari Dirjen Pendis”, tuturnya.

Akhirnya, Dr. Setia pun menginformasikan bahwa FAH UIN Sunan Gunung Djati Bandung sedang intens untuk mengaffirmasi implementasi KM-MB dalam konteks kelembagaan dan kurikulum prodi. Karenanya program benchmarking ini memungkinkan semuanya untuk dapat sharing infomasi, Kolaborasi PBM, penelitian, PKM, publikasi, student exchange, dll.

Seusai saling memberikan sharing informasi, kegiatan pun ditindaklanjuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Dekan FAH UIN Bandung dan FUAD IAIN Syeikh Nurjati. Dituturkan oleh Dr. Setia bahwa bidang-bidang yang termaktub dalam Naskah MoUnya meliputi pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi, yakni Pendidikan, penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM). “Mudah-mudahan MoU ini dapat ditindaklanjuti secepatnya dalam MoA-MoA”, tambahnya. (danrus)

Related Posts